MITOS DALAM BIDANG KESEHATAN
Saat kecil, kita sering kali dijejali cerita-cerita takhayul atau mitos dari orang tua. Biasanya cerita-cerita itu dipakai sebagai cara membuat anak-anak tidak nakal atau tak melakukan aktivitas tertentu. Ada banyak mitos keliru soal kesehatan yang tak perlu Anda percaya. Apa saja? Yuk Kita Simak!
Mitos dipercaya masyarakat karena disampaikan dari mulut ke mulut berupa berita, nasihat, atau anjuran. Jika yang tersebar adalah mitos seputar kesehatan, absennya fakta medis bisa menimbulkan salah kaprah dan menyesatkan masyarakat.
Tak hanya satu, biasanya orang mempercayai rentetan mitos. Misalnya, menganggap apel “mujarab” sehingga dengan mengonsumsinya Anda tak lagi memeriksakan diri ke dokter. Ada pula yang percaya bahwa tidak makan setelah olahraga lebih efektif untuk menurunkan berat badan, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh lain, ada mitos yang menyalahkan karbohidrat sebagai penyebab obesitas.
Padahal, kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat juga bisa menjadi pemicu obesitas. Misalnya saja, jarang berolahraga dan hanya duduk sembari makan camilan. Tentu ini akan membuat berat badan Anda naik, bukan?
Berikut ini adalah beberapa mitos kesehatan yang tak perlu Anda percaya:
1. Berkumur Air Garam dapat Menyembuhkan Sakit Tenggorokan
Air garam adalah solusi yang bisa menyeimbangkan cairan di bagian belakang tenggorokan dan selaput lendir. Chief of Genera Internal Medicine di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Jeffrey Linder, mengatakan "mitos" populer ini bisa dipertanggungjawabkan secara medis.
“Kami menyarankan hal ini setiap saat untuk orang-orang yang mengalami sakit tenggorokan,” kata Linder.
Dia menyarankan untuk mencampurkan beberapa sendok makan garam ke dalam segelas air berukuran sedang hingga besar. Air yang digunakan sebaiknya dalam keadaan hangat, yang lebih mendekati suhu tubuh sehingga lebih menenangkan, dan berkumurlah pada saat gejala pertama sakit tenggorokan.
Beberapa penelitian bahkan menemukan, berkumur merupakan tindakan pencegahan yang membantu menangkal pilek atau flu. Satu studi menemukan bahwa berkumur air menurunkan kemungkinan seseorang terkena infeksi saluran pernapasan atas sebesar 36 persen dalam 60 hari pertama musim pilek dan flu.
2. Mengatasi Mabuk dengan Segelas Kopi
Ini adalah mitos yang tidak benar! Minum kopi tidak akan membuat kadar alkohol dalam tubuh Anda menurun. Kopi memang mengandung kafein yang bekerja sebagai zat stimulan di otak.
Kafein adalah topeng yang mengelabui otak sesaat bahwa Anda sedang tak mabuk, sehingga Anda tampak segar dan berenergi.
Selain itu, minum kopi setelah konsumsi alkohol bisa saja membuat keluhan lain seperti mual, muntah, nyeri perut, berdebar-debar, hingga perasaan gelisah atau tak nyaman.
3. Makanan Pedas Menyebabkan Maagh
Beberapa penelitian menerangkan, makanan pedas memang bisa memperburuk maag, penyebab paling umum dari maag sebetulnya adalah infeksi bakteri. Namun jika Anda perut Anda sudah meradang, di mana memiliki sindrom iritasi usus besar atau maag, mengonsumsi makanan pedas dapat membuat kondisi maag merasa lebih buruk.
Selain bakteri, yang paling sering adalah H pylori, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid jangka panjang seperti aspirin dan ibuprofen telah dikaitkan dengan penyakit tukak lambung. Menariknya, penelitian pada 2006 menemukan bahwa cabai berpotensi bermanfaat bagi usus dengan meningkatkan aliran darah ke saluran pencernaan untuk melindunginya.
3. Makan Wortel dapat Mempertajam Penglihatan
Wortel termasuk sebagai makanan sehat karena mengandung vitamin A yang bermanfaat bagi penglihatan.
Namun, Anda harus makan banyak sekali wortel untuk dapat merasakan manfaat nyatanya. Artinya, memakan wortel dalam jumlah sedikit tidak akan memberikan dampak yang instan.
Selain makan wortel untuk menjaga kesehatan mata, Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dan omega-3, misalnya berbagai jenis sayuran hijau, buah-buahan, telur, ikan, dan daging.
4. Menggunakan Deodorant dapat Memicu Kanker Payudara
Pernahkah Anda mendengar penggunaan deodoran atau antiperspirant yang disebut-sebut menyebabkan kanker payudara? Mungkin mitos kesehatan ini berkembang karena penggunaan deodoran berada di bawah ketiak atau dekat dengan payudara.
Banyak hal yang dapat memicu kanker, misalnya saja genetik hingga pola hidup yang tak sehat. Sampai saat ini, tidak ada bukti medis atau penelitian yang kuat untuk mendukung terjadinya kanker payudara akibat penggunaan deodoran.
Memang, di dalam deodoran atau antiperspirant terdapat bahan aktif aluminium, yang diduga memiliki sifat seperti hormon estrogen. Namun, sampai saat ini belum ada bukti kuat untuk menyatakan hubungan kandungan deodoran dan kanker payudara.
5. Minum Air Dingin dapat Menyebabkan Kista
Mitos kesehatan berikutnya berhubungan dengan air dingin saat haid dan kista. Konon, minum air dingin saat haid menyebabkan kista. Faktanya, minum air dingin tidak berhubungan dengan terjadinya kista di tubuh wanita.
Kista yang dialami wanita umumnya disebabkan karena faktor hormonal. Namun, bisa juga tidak berhubungan dengan faktor hormonal seperti kondisi kista dermoid.
6. Menelan Permen Karet Butuh 7Tahun untuk Dicerna
Permen karet memang jadi favorit anak-anak. Tak jarang itu tanpa sengaja tertelan. Jadi, apakah benar sistem pencernaan akan terganggu jika permen karet tertelan? Untungnya, tidak.
"Tentu saja tidak benar bahwa permen karet membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melewati perut," kata Andrew Boxer, seorang ahli pencernaan dari Gastroenterology Associates of New Jersey. Menurut dia, permen karet biasanya melewati saluran pencernaan dalam hitungan jam hingga hari.

Komentar
Posting Komentar